......Tidak lama lagi AREN jadi primadona perkebunan nasional ........

Rabu, 10 Februari 2010

Gula Tebu VS Gula Aren

Gula Tebu VS Gula Aren

CANE SUGAR VS PALM SUGAR
By : S.E. Smith, 19 Des 2009
Sumber : http://www.wisegeek.com/what-is-palm-sugar.htm

Differences between Palm Sugar and Cane Sugar :

No Cane Sugar Palm Sugar
1 Cane Sugar is Sweet Palm Sugar is sweet and delicious
2 Cane Sugar Provides no mineral salts Palm Sugar Provides mineral salts
too
3 Cane Sugar has more sugar content Palm Sugar has less sugar content
4 Cane sugar has less/no nutrition value Palm Sugar contains:
a) Thiamine
b) Riboflavin
c) Nicotinic Acid
d) Ascorbic Acid
e) Protein
f) Vitamin C
5 Cane Sugar is less therapeutic value PalmSugar is good to the problems of
a) Asthmatic
b) Anemic
c) Leprosy
d) To accelerate growth of young
Children
6 Cane sugar sometimes create ill
effects on the health
Palm sugar solution proves a
wonderful food in both early stages
and chronic stages of typhoid
7 Cane Sugar creates cough and cold
when consumed in high quantity Palm Sugar is good remedy for cough
and cold

8 Cane Sugar treats no health problem Palm Sugar treats following diseases
a) reduction of BP
b) To decrease pancreas heat
c) To strengthen heart
d) Helps to build up strong teeth
e) Reduces pitta
9 Cane Sugar is treated as sweet water Palm Sugar is treated as honey


Gula kristal dari Tebu (Cane Sugar)


Gula Cetak dari Aren (Palm Sugar)



Disadur dari tulisan S.E. Smith, 19 Des 2009
sumber http://www.wisegeek.com/what-is-palm-sugar.htm

Jumat, 05 Februari 2010

Menambahkan Flouride pada Gula untuk kesehatan Gigi Umat Manusia, apa mungkin?

Oleh : Dian Kusumanto

Lama sekali tidak mengupdate postingan baru diblog ini serasa seperti menahan perasaan bersalah, sungguh tidak enak rasanya. Aktifitas offline sungguh sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga. Sampai-sampai tidak terasa hampir 3 bulan. Banyak sih ide yang mengalir, yang kemudian tertulis pada kertas-kertas coretan. Tapi untuk menjadi tulisan yang kemudian diposting diblog ini masih belum kesampaian.

Kesibukan offline sebenarnya masih sangat terkait dengan pengembangan Aren di Indonesia. Ibarat bayi yang akan dilahirkan kembali, "Revolusi Aren" ini seperti Bayi yang ditunggu-tunggu kelahirannya. Proses kelahirannya memang belum selesai, masih belum final. Ibaratnya bayi mau lahir, sebagian tubuh masih di dalam rahim sang Ibu, sedangkan kepalanya sudah nongol duluan, bahkan sudah melirik kesana-kemari.

Pada kesempatan yang akan datang saya berharap dapat menyajikan beberapa kemajuan "Revolusi Aren" ini.

Hari ini saya dikejutkan oleh email Bapak Mulyani Dalidjan dari Adelaide Australia tentang Fortifikasi F pada Gula Aren. Selengkapnya tentang email dan jawaban saya adalah seperti tulisan di bawah ini.


Dari: mulyani dalidjan
Judul: Gula aren
Kepada: diankusumanto@yahoo.co.id
Tanggal: Minggu, 31 Januari, 2010, 8:34 AM

Pak Dian Yth,

Izinkan saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Mulyani, tinggal di adelaide, australia. Saya berasal dari medan, dulu saya adalah staf pengajar di fak Kedokteran Gigi USU. Saya menyelesaikan PhD saya dengan penelitian penambahan fluorida pada gula putih (sucrosa) untuk pencegahan karies gigi. Penambahan fluorida tersebut saya lakukan di fabrik gula Kuala Madu, PTP IX di Sumut dan penelitiannya dilaksanakan di Medan.

Hasil penelitian tersebut sangat menggembirakan, tapi untuk menerapkannya di indonesia mungkin masih sangat sukar mengingat keadaan fabrik gula kita yang sudah sangat merana. Saya yakin kita dapat menambahkan F pada gula aren, dan akan merupakan nilai tambah yang sangat besar pada ekonomi dan kesehatan gigi bangsa Indonesia. Saya ingin menanyakan pendapat Bapak mengenai hal ini, dan kemungkinan untuk bekerja sama.

Saya sendiri mempunyai sebidang tanah di medan (1.5 ha), ada beberapa pohon aren dan bambu. sebenarnya saya hanya ingin berkebun buah2an dan coklat dan juga bambu wulung. Bulan agustus yang akan datang saya akan berkunjung ke Bali karena ada World Bamboo Festival. Seandainya Bapak tertarik dengan ide saya, saya usahakan dapat datang ke Nunukan untuk melihat mesin2 pembuat gula aren tersebut. Mungkin kita dapat langsung membuat percobaan untuk mengetahui pada tahap mana F dapat dicampurkan.

Terima kasih sebelumnya Pak Dian, semoga ide saya tidak hanya menjadi impian.

Wassalam,
Mulyani Dalidjan


Jawaban Saya :

Yth. Bapak Mulyani Dalidjan di Adelaide Australia.

Horras Bah..!! Terimakasih atas perkenalannya, dan terima kasih Bapak jauh-jauh telah sudi menulis email ini. Selamat atas PhD-nya tentang penambahan F pada Gula untuk kesehatan gigi, semoga bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan umat manusia seluruhnya, khususnya bagi kesehatan gigi.

Ide penambahan F pada Gula Aren sungguh sangat mencengangkan saya, kami bahkan tidak membayangkan ada ide seperti itu. Tentu ini akan bisa mengangkat gengsi dan martabat Gula Aren di masyarakat konsumen.

Dalam keadaan alami asli atau organik, Gula Aren sudah dikenal sebagai Gula yang lebih lengkap kandungan gizinya, mengandung berbagai khasiat obat, aman bagi penderita diabetes, dan lain-lain. Gula Aren organik atau Organic Palm Sugar selama memiliki nilai keunggulan yang paling tinggi dibanding gula-gula lain dari tebu, Maple, jagung, bit, dll.

Sehingga harganya di pasar luar negeri dapat mencapai lebih dari 36 US$ per kg.
(Meskipun di dalam negeri harga di pasaran tertinggi baru sekitar Rp 20.000 per kg).

Gagasan Bapak bisa jadi akan merupakan salah satu pilihan pasar tersendiri. Namun di sisi yang lain bisa saja mempengaruhi kesan dan menjadi "tidak organik" lagi. Jadi bisa jadi fortifikasi dengan F menurunkan kesan seolah-olah Gula Aren "tidak hebat", karena sudah tidak asli lagi.

Kami juga belum tahu persis apakah dengan penambahan F ini akan menyebabkan kesan organik, asli alaminya menjadi kurang. Mungkin Bapak juga memberikan penjelasan kepada kami. Tapi bagaimanapun kita tetap memiliki peluang untuk setiap gagasan fortifikasi F ini.

Tentang rencana Bapak datang ke Bali Agustus depan dan kemungkinan bisa ke Nunukan, saya sangat senang sekali Pak. Tolong kalau sudah di Indonesia bisa kontak kami di HP 081254572450 atau di Flexi 0556-2700160. Kunjungan Bapak, informasi dan beberapa ide Bapak selanjutnya tentu akan menambah semaraknya Kebangkitan Aren Indonesia.

Terima kasih.
Samarinda, 5 Februari 2010
Dian Kusumanto.


Tanggapan balik Sdr Mulyani Dalidjan :

Pak Dian Yth,
Terima kasih sekali balasan email Bapak. Sebenarnya orang tua saya asli Jogya, tetapi kami lahir di Medan. Kalau orang jawa kan Mulyani itu perempuan, tapi ya tidak apa2 ya Pak, namanya aja email.

Tentang gula aren, saya baru membaca komposisinya sekilas saja, tapi juga memang mengandung glucose dan fructose disamping jenis gula yang lain, yang didalam mulut akan dikonsumsi oleh bakteri dan menghasilkan asam yang akan merusak gigi. Gula pasir (sucrosa) memang hanya terdiri dari glucose dan fructosa, jadi menjadi sangat berbahaya. Objektif penambahan F pada gula adalah kita memberikan perlindungan pada gigi pada saat serangan terjadi, karena F itu akan mengurangi aktifitas bakteri dalam menghasilkan asam.

Sebenarnya lebih afdol kalau F ditambahkan pada gula pasir, tetapi untuk penambahan F pada tingkat produksi di fabrik gula sehingga mencapai kandungan yang sesuai pada hasil akhir, masih perlu percobaan di tahap mana F itu ditambahkan. Dan di fabrik gula tidak ada mesin yang menghasilkan gula dalam jumlah kecil, sehingga akan sulit melakukannya. Jadi sewaktu saya melihat website bapak tentang mesin pembuat gula aren yang kecil saja, timbul ide tentang kemungkinan penambahan F pada gula aren.

Tentang gula aren yang dianggap organik, tentu saja nanti tidak semua gula aren ditambah F. Kita dapat menawarkan dua produk , Organic Palm Sugar dan Organic Palm Sugar Plus(F). Jadi konsumen bisa memilih, lagi pula penambahan F itu tidak akan menyebabkan biaya produksi yang sangat tinggi.Saya rasa walaupun di tambah F, tetap saja gulanya Organic, karena organic adalah cara penanaman pohon arennya yang tidak menggunakan pupuk kimia. Di australia saya menerapkan permaculture di kebun di belakang rumah, jadi sayur mayur kami organik.

Saya sangat berterima kasih atas masukan yang Bapak berikan untuk ide saya ini. Menurut perhitungan saya, bila kita sudah dapat memproduksi Gula aren Plus(F), akhir tahun ini, kita harus mengadakan penelitian akan khasiatnya pada gigi. (Dulu saya melakukannya pada Panti asuhan di Medan selama dua tahun). Baru kita dapat memasarkannya. Jadi mungkin sekitar 2015 baru ada gula aren Plus(F) ini dipasaran. Setelah dari Bali saya akan singgah di jakarta untuk mematenkan penelitian saya yang dulu, jadi kita tidak kecolongan.

Saya lihat di adelaide ada palm sugar dari indonesia, coba saya cek dulu di lab apa ada kandungan F nya ya. Mungkin nanti kalau ke Nunukan terlalu jauh, mungkin saya bisa mencoba menambahkan F di petani2 yang membuat gula aren disekitar medan. Jadi tidak membuang waktu. Maaf ya Pak, paragraf ini dan paragraf di atas merupakan pemikiran saya yang baru saja keluar. Jadi mungkin tidak menjawab hal-hal yang Bapak ingin ketahui.

Insya Allah kalau di Bali saya akan menghubungi Bapak, sekalian ingin memesan bibit aren juga.
Terima kasih sekali lagi atas antusias Bapak pada ide saya

Wassalam,

Mulyani

Rabu, 20 Januari 2010

10 ribu hektar dan 4 juta bibit pohon Aren untuk Pacitan



Empat Juta Batang Aren Untuk Pacitan


Pemerintah Kabupaten Pacitan mulai menyiapkan lahan seluas 10 ribu hektar untuk ditanami empat juta pohon aren. Ini menyusul adanya komitmen dari sejumlah elemen di pemerintah pusat untuk menyumbangkan bibit tanaman tersebut ke Kabupaten Pacitan. Bupati Pacitan Sujono dikonfirmasi wartawan mengatakan meski belum memastikan kapan bibit pohon aren akan dikirim namun ia memperkirakan saat ini telah memasuki tahap pengumpulan bibit. Sementara pendistribusiannya kemungkinan dilakukan bertahap. Ini karena proses pembibitan tidak mungkin dilakukan serentak karena banyaknya jumlah bibit yang disemaikan.

Terkait lokasi penanaman, bupati menjelaskan akan diprioritaskan pada daerah tangkapan air terutama sepanjang daerah aliran air Sungai Grindulu. Nantinya penanaman akan melibatkan peran serta masyarakat.
Rencana penanaman aren besar-besaran di Pacitan ditanggapi positif Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat Suyatno. Apalagi, kata dia sejumlah kawasan hutan di lima kecamatan membutuhkan varian tanaman baru. Selain untuk tujuan konservasi tanaman yang ada juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat.

Lima daerah dimaksud merupakan wilayah dengan lahan kritis cukup luas. Masing-masing Kecamatan Bandar, Nawangan, Tegalombo, Arjosari dan Tulakan. Suyatno menyatakan, mayoritas tanaman hutan di lima kawasan ini cenderung homogen, yakni didominasi oleh tanaman pinus. Padahal, jenis tanaman ini tidak bisa tumbuh kembali jika dilakukan penebangan. Akibatnya lahan hutan rakyat banyak yang gundul.

Sumber : http://pacitankab.go.id/berita/berita.php?id=248



Pemkab Pacitan Siapkan 10.000 Hektare Lahan Aren


Pacitan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, mulai mempersiapkan lahan seluas 10.000 hektare untuk ditanami sedikitnya empat juta batang pohon aren.
"Kami sudah mendapat komitmen dari teman, dari instansi juga di pemerintah pusat, untuk menyumbangkan bibit pohon aren ke Pacitan. Tugas pemkab dalam komitmen ini hanya mempersiapkan lahan seluas 10 ribu hektar, dan tugas ini sudah kami mulai," kata Bupati Pacitan Suyono, Rabu.

Bupati tidak memastikan kapan bibit-bibit pohon aren yang diperkirakan jumlahnya mencapai jutaan batang tersebut akan dikirim oleh pejabat yang tidak disebut namanya itu.

Dia hanya memastikan bahwa pejabat di pemerintah pusat itu saat ini telah memulai pengumpulan bibit. "Insyaallah dalam waktu dekat ini," katanya.

Lalu dimana saja rencananya bibit-bibit pohon aren itu akan ditanam? Baik Bupati Suyono maupun Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Pacitan, Suyatno, sama-sama mengatakan bahwa penanaman akan dikonsentrasikan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Girindulu.

Penanaman aren itu nanti akan melibatkan sepenuhnya peran serta masyarakat. Caranya, empat juta bibit pohon aren bantuan pemerintah pusat itu akan diteruskan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar DAS Grindulu.

Mereka dengan demikian akan mendapat sejumlah bibit pohon aren untuk ditanam di pekarangan masing-masing.

"Tanaman produksi aren sebenarnya telah dikembangkan di Pacitan sejak tahun 2005. Kami tentu akan menyambut dengan tangan terbuka jika ada pihak-pihak yang menyumbang bibit aren untuk pelestarian lingkungan disini, apapun jenisnya," kata Suyatno. *

Sumber : http://www.antarajatim.com/lihat/berita/22777/pemkab-pacitan-siapkan-10000-hektare-lahan-aren

Rabu, 13 Januari 2010

SKEMA GAMBAR BEBERAPA TIPE EVAPORATOR


Pan Evaporator berbahan bakar minyak diesel.


Skema penampang Pan Evaporator (nampak samping dan nampak atas). Aliran nira mengalr di atas pan panas yang disekat-sekat dengan plat tipis, sehingga aliran nira tipis-tipis saja dengan jarak aliran yang panjang. Skema ini memberikan pengaruh pada lebih luasnya permukaan penguapan, sehingga air dari nira lebih banyak dan cepat menguap, bahan bakar lebih hemat, mutu gula lebih terkontrol, tenaga kerja lebih ringan.




Skema Vapor Compression Evaporator, evaporator ini memiliki double effect, dimana uap panas yang dihasilkan digunakan kembali untuk memanasi sistem sehingga ada pengaruh "kompresi" yang mengefisienkan penggunaan bahan bakar dan menghemat waktu dan tenaga kerja.


Skema evaporator dengan pola thin film falling, pola aliran tipis yang dijatuhkan dari atas. Air nira dipanaskan kemudian dijatuhkan melewati kisi-kisi bundar untuk memperluas permukaan penguapan dan jatuh ke bawah mengikuti daya gravitasi air nira. Air nira yang semakin berkurang kandungan airnya ini kemudian dipompa lagi ke atas dan melewati kisi-kisi bundar kembali. Proses ini diulang-ulang sampai keadaan nira menjadi semakin kental untuk proses lebih lanjut.

Dikumpulkan dari berbagai sumber oleh Dian Kusumanto

ANEKA RAGAM ALAT PEMASAK NIRA AREN

ANEKA RAGAM ALAT PEMASAK NIRA AREN







Dikumpulkan dari berbagai sumber oleh Dian Kusumanto